Comic Frontier
Gedung Balai Kartini
Ponimu Nawala Karsa Promo

Asian Games 2018 tinggal menghitung hari. Tanggal unik untuk acara pembukaannya yang direncanakan pada tanggal 18 Agustus 2018 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan membuat aktivitas lalu lintas di Jakarta mengalami tekanan hingga rekayasa lalu-lintas, penutupan gerbang tol, dan optimalisasi moda transportasi umum sedang berproses.

Efek domino dari perhelatan olahraga akbar tersebut, mendorong banyaknya acara yang digelar di berbagai lokasi seperti mal dan convention center di sekitar Jakarta.

Tak terkecuali di Balai Kartini, dimana di lokasi ini akan digelar Comic Frontier (Comifuro) 11, pasar doujin pop culture terbesar di Indonesia yang berkiprah sejak satu dekade lalu ini membuat tantangan kala lokasi acara persis dekat Jalan Gatot Subroto yang terkena kebijakan ganjil genap.

Rumor Yang Terdengar Sejak Lama

Sejak perhelatan terakhir pada Maret 2018, Comic Frontier mencoba keluar dari zona nyaman dengan mengundang pangsa pengunjung luar negeri. Hingga pada 1 April 2018 melalui cuitannya di Twitter, acara yang biasa disingkat sebagai Comifuro atau CF ini menetapkan tanggal acara lanjutan semi-annual mereka jatuh pada 18 Agustus 2018.

Namun, banyak yang merasa hal ini cukup ‘bertabrakan’ dengan keadaan lalu-lintas di kala euforia Asian Games hingga merasa galau begitu mau pergi ke sana. Nah, Nawala Karsa selaku media partner akan membantumu bagaimana cara untuk pergi ke Balai Kartini untuk menghadiri event Comic Frontier 11 yang akan berlangsung selama dua hari (Sabtu – Minggu, 18-19 Agustus 2018) ini dengan mudah.

Bagaimana Nawala Karsa bisa menjadi media partner untuk Comic Frontier 11? Simak artikel berikut.

Comic Frontier Hadirkan ‘Semangat Kreativitas’ Dalam Menyambut Asian Games

1. Transportasi Umum

TransJakarta

Ilustrasi Transjakarta (Halte Harmoni) (Sumber: Wikipedia)

Hal yang tidak bisa dielakkan lagi jika terdapat sebuah jaringan transportasi umum Bus Rapid Transit (BRT) yang handal untuk digunakan bila pergi ke berbagai wilayah di Jakarta. Kalian tahu BRT yang dimaksud? Ya, TransJakarta.

Ada kabar gembira. Selama Asian Games, pelayanan untuk TransJakarta akan digratiskan setiap hari libur. Hal ini dikonfirmasi melalui akun media sosial Asian Games 2018 yang menyatakan bahwa TransJakarta gratis pada tanggal tertentu pada hari libur (weekend) selama berlangsungnya Asian Games 2018.

Untuk diperhatikan bahwa meskipun layanan TransJakarta digratiskan, kamu hanya bisa menikmati promosi ini di seluruh halte BRT dalam koridor TransJakarta. Ada lebih dari 200 halte BRT di 13 koridor BRT TransJakarta. Dengan kata lain kamu harus tetap menggunakan kartu prabayar bank untuk dapat melalui gerbang elektronik di halte TransJakarta. Sedangkan untuk kamu yang datang dari luar koridor TransJakarta dengan menggunakan rute bus pengumpan (non-BRT), termasuk bagi kamu yang datang dari arah Bekasi, Serpong, Tangerang, PIK, Cibubur dan Depok, maka kamu harus tetap membayar tarif normal sebesar Rp 3.500.

Halte terdekat untuk pergi ke Balai Kartini adalah halte Kuningan Barat (untuk koridor 9 dan variasinya) atau halte Kuningan Timur (untuk koridor 6 dan variasinya) dan kemudian berjalan di trotoar ke arah barat hingga melewati Kantor Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta yang sedang direnovasi untuk sampai). Selain itu kamu bisa juga turun di halte Gatot Subroto Jamsostek, dan kemudian berjalan di trotoar melewati Tower Patra Jasa hingga Berita Satu Plaza untuk sampai di Balai Kartini.

Namun bagi kamu yang malas berjalan kaki jauh dari kedua halte di atas ke Balai Kartini, TransJakarta juga mempunyai moda transportasi non-BRT dimana kamu dapat turun di bus stop persis di depan Balai Kartini. Rute 6P (Stasiun BNI City / Sudirman Baru – Kuningan Loop) dan rute 9D (Tanah Abang – Pasar Minggu via Sarinah – Kuningan – Pancoran) adalah yang paling dekat untuk sampai ke Balai Kartini. Karena dua rute ini termasuk layanan rute non-BRT, dua rute ini tidak termasuk sebagai layanan yang digratiskan sehingga kamu harus membayar sesuai tarif normal TransJakarta: Rp 3.500.

Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line

Ilustrasi KRL Commuter Line (Gambir) (Sumber: Wikipedia)

Bagi kamu yang datang dari luar Jakarta seperti Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang dan Serpong, menggunakan kereta rel listrik merupakan cara tercepat untuk mencapai Balai Kartini. Tarif progresif KRL yang sangat murah, hanya Rp 3.000 untuk 25 kilometer pertama dan ditambah Rp 1.000 untuk setiap 10 kilometer selanjutnya, menjadikan moda transportasi ini menjadi andalan banyak orang.

Bagi kamu yang datang dari arah Depok, Bogor, Tanah Abang, Duri, Kampung Bandan, Pasar Senen dan Jakarta Kota, stasiun terdekat dengan lokasi adalah Stasiun Cawang. Selanjutnya dari stasiun ini kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan transportasi online atau TransJakarta koridor 9/9A arah Pluit / Grogol kemudian turun di halte Kuningan Barat.

Bagi kamu yang datang dari arah Bekasi, Tambun, Cibitung dan Cikarang, kamu harus turun di Stasiun Manggarai kemudian transit dengan KRL tujuan akhir Depok / Bogor yang tersedia di jalur 8 dan 10 untuk menuju Stasiun Cawang dan melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi lain.

Hal yang sama juga berlaku untuk kamu yang datang dari arah Serpong, Parung Panjang, Maja dan Rangkasbitung, kamu harus turun di Stasiun Tanah Abang dan kemudian transit dengan KRL tujuan akhir Depok / Bogor yang tersedia di jalur 3 untuk menuju Stasiun Cawang dan melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi lain.

Begitu pula halnya untuk kamu yang datang dari arah Tangerang, kamu harus turun di Stasiun Duri dan kemudian transit dengan KRL tujuan akhir Depok / Bogor yang tersedia di jalur 3 untuk menuju Stasiun Cawang dan melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi lain.

Alternatif lain selain turun di Stasiun Cawang, kamu bisa juga mengakhiri perjalanan di Stasiun Manggarai lalu berganti dengan TransJakarta rute 6M (Stasiun Manggarai – Blok M) yang tersedia di depan pintu utama stasiun. Namun berhubung Stasiun Manggarai merupakan perhentian non-BRT, perhentian ini tidak termasuk dalam layanan gratis TransJakarta pada hari libur selama Asian Games 2018 sehingga kamu tetap harus membayar tarif normal Rp 3.500 namun dapat menggunakan uang tunai, Flazz BCA atau e-money Mandiri.

Bus Kota Kopaja

Ilustrasi Bus Kopaja (Sumber: Wikipedia)

Bagi orang Jakarta asli, pasti tahu dengan bus kota seperti Metromini dan Kopaja. Hingga saat ini dua bus kota favorit di Jakarta ini masih belum dimatikan meskipun sudah ada TransJakarta yang layanannya lebih baik dan cakupan rutenya lebih luas. Seiring dengan akan datangnya pesta olahraga Asian Games 2018, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta memberlakukan kebijakan pengalihan jalur untuk beberapa rute bus kota pada 15 Agustus sampai 15 September nanti. Namun Kopaja S66 (Blok M – Manggarai) tidak termasuk dalam rute yang dialihkan jalurnya, sehingga kamu bisa menggunakan bus kota ini untuk mencapai Balai Kartini. Bus kota ini melalui Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Subroto dan Jalan H.R. Rasuna Said, dengan tarif sebesar Rp 4.000.

2. Transportasi Daring dan Pribadi/Taksi

Kini, GrabCar dan Go-Car cukup menunjang masyarakat untuk sukses dalam acara Asian Games tahun ini, Grab memperbarui sistem aplikasinya dengan fokus terhadap penyesuaian Plat Ganjil-Genap untuk memudahkan driver GrabCar untuk mengantarkan penumpang ke Balai Kartini, dan begitu pula Go-Jek selaku yang menaungi Go-Car sebagai layanan transportasi daring melalui mobil.

Pengumuman Pembatasan Lalu Lintas Ganjil Genap selama Asian Games 2018 – (Dishub DKI Jakarta)

Namun untuk pengguna Mobil Pribadi atau Taksi dari luar Provinsi DKI Jakarta, muncul kendala. Karena peraturan Plat Ganjil Genap berlaku setiap harinya selama 15 Jam penuh. Dimulai dari pukul 06:00 pagi hingga pukul 21:00 malam.

Berdasarkan pengamatan redaksi dan pernyataan resmi dari Comic Frontier di Facebook, satu-satunya cara untuk pergi ke Balai Kartini adalah melalui Jl. Dr. Satrio (lalu memasuki Jl. Mega Kuningan setelah melewati Underpass Kota Kasablanka, atau memasuki Jl. Denpasar Raya bila datang dari Jl. K.H. Mas Mansyur, Tanah Abang). Demikian ketika keluar, sangat direkomendasikan untuk melalui kawasan tersebut kembali agar terhindar dari penilangan.

Dan dikarenakan peraturan Plat Ganjil Genap yang akan diberlakukan absolut mengikuti gambar yang dilansir dari Dishub Pemprov DKI Jakarta tersebut, maka sangat disarankan untuk menaruh kendaraannya di parkir alternatif terdekat. Adapun tempat parkir alternatif yang dimaksud ialah:

  1. Puri Denpasar Hotel (sangat direkomendasikan bila menaiki mobil dengan nomor plat yang berlawanan dengan peraturan ganjil genap)
  2. Berita Satu Plaza (hanya bisa diakses jika plat kendaraan sesuai peraturan ganjil genap)
  3. Patra Jasa Tower (hanya bisa diakses jika plat kendaraan sesuai peraturan ganjil genap)
  4. Kawasan Mega Kuningan (untuk mobil bernomor plat yang berlawanan dengan peraturan ganjil genap)

Kalian juga bisa memarkirkan kendaraan kalian di Kantong Parkir yang telah disediakan Pemprov DKI Jakarta sebelumya dan menyambungnya dengan moda transportasi umum yang ada.

Tips dan Trik

Dikarenakan Balai Kartini ‘terjebak’ di jalan yang terdampak perluasan ganjil genap untuk kelancaran Asian Games tahun ini, muncul ide bagi pengguna kendaraan bermotor (terutama roda empat) untuk memarkirkan kendaraannya ataupun cara untuk pulang dari Balai Kartini dengan murah. Kali ini, kami akan memberikan tips dan trik untuk memudahkan para calon pengunjung untuk pergi ke Comic Frontier seperti berikut:

Datang Subuh Untuk yang Berplat Nomor Lain

Looks obvious. Untuk memudahkan calon pengunjung yang menggunakan kendaraan dengan nomor plat yang berlawanan dengan peraturan ganjil genap, maka pergilah dari rumah sepagi mungkin untuk dapat parkir di Balai Kartini maupun di tempat parkir alternatif di sekitar Balai Kartini (khusus untuk nomor plat yang berlawanan dengan peraturan ganjil genap).

Berikut saran lokasi parkir alternatif:

  1. Senayan City atau Plaza Senayan
  2. fX Sudirman
  3. Grand Indonesia atau Plaza Indonesia
  4. Plaza Semanggi
  5. Hotel Kartika Chandra
  6. Menara Patra Jasa
  7.  Berita Satu Plaza
  8. Kota Kasablanka
  9. Mal Ambasador
  10. Park and Ride Pemprov DKI Jakarta yang tersedia di Ragunan, PGC Cililitan dan Thamrin

Selain itu, datang subuh akan memudahkanmu untuk pergi (melalui Jl.Gatot Subroto) bila memakai mobil yang berplat nomor lain untuk parkir karena peraturan ganjil genap baru akan mulai pada pukul 06:00 pagi.

Nebeng!

Nebeng alias menumpang pada kendaraan yang bernomor plat yang sesuai tersebut bisa menjadi trik terbaik untuk menggapai lokasi parkir di satu tempat ke tempat lainnya. Semisal, kamu bisa meminta teman ‘seperkhilafanmu’ yang membawa mobil yang bernomor plat yang sesuai untuk mengantarkan kamu ke Mega Kuningan hanya untuk mengambil mobilmu yang bernomor plat yang berlawanan.

Atau jika kamu memiliki mobil yang pada hari penyelenggaraan ternyata plat nomornya sesuai dengan plat nomor yang ditentukan, kamu juga bisa membuat teman baru dengan mengajak orang dengan kendaraan berplat nomor lain atau yang tidak punya kendaraan untuk menumpang dengan mobilmu.

Dan jika kalian adalah pengguna sepeda motor, kalian telah mengemban tanggung jawab demi kesuksesan acara pasar doujin terbesar di Indonesia ini. Karena sepeda motor dikecualikan pada peraturan ganjil genap tahun ini, demi menghemat uang dari layanan transportasi daring maka marilah merelakan sebagian dari sadel motor kita bagi yang memerlukan. (err, kesannya mirip sumbangan sih tapi tak apa)

Transportasi Daring untuk Barang Jualan

Kita tahu bahwa kebanyakan pengunjung Balai Kartini yang membawa mobil pada Comic Frontier kali ini adalah peserta, alias penjual. Dan lokasi event Comic Frontier di Balai Kartini diapit oleh dua ruas jalan yang terkena aturan ganjil genap dalam rangka Asian Games 2018.

Jika kalian memiliki mobil dengan plat nomor yang berlawanan dengan aturan ganjil genap yang berlaku, maka sebaiknya kalian menggunakan transportasi daring, seperti GrabCar dan Go-Car dari GO-JEK. Terlebih sekarang transportasi daring sudah menyesuaikan dengan regulasi pemerintah terkait aturan ganjil genap, sehingga kalian tidak perlu dipusingkan dengan mobil berplat nomor apa yang akan kalian dapatkan saat memesan transportasi daring.

Bijak Menentukan Waktu Pulang

Karena biasanya Comic Frontier mulai diselenggarakan pada pukul 10.00 hingga 17.00 WIB, akan cukup mudah untuk pulang. Namun akan membuatmu berpikir ketika hari pertama dari Comic Frontier ternyata bertepatan dengan Upacara Pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), yang dimana bisa diprediksi akan terjadi kemacetan di Jakarta, terutama dari arah Cawang menuju Sudirman.

Demikian pula halte dan stasiun KRL yang akan diprediksi penuh pada waktu petang dan akan selalu begitu hingga aktivitas di Gelora Bung Karno selesai. Peraturan Ganjil Genap juga berakhir pada pukul 21.00 WIB namun akan memicu kembali gelombang arus lalu lintas yang deras. Jadi, mohon untuk berpikir bijak dalam menentukan waktu pulang agar tidak menyesal kemudian.

Selalu Merujuk pada (Aplikasi) Peta

Ilustrasi webapp Trafi (Trafi.com, Istimewa)

Waze dan Google Maps akan selalu menjadi pedoman cepat ketika pergi ke satu tujuan ke tujuan lainnya menggunakan kendaraan pribadi.

Dalam perihal lokasi Comic Frontier 11 yang berlokasi di Balai Kartini yang kali ini aksesnya cukup jauh karena hanya melalui Mega Kuningan, maka sangat dianjurkan untuk merujuk pada aplikasi peta.

Khusus Waze dan Google Maps, kedua aplikasi peta tersebut telah mendukung fitur rute alternatif untuk menghindari rute ganjil genap yang berlangsung selama 15 jam. Dan KompasTekno telah menerangkan cara menghindari rute tersebut untuk aplikasi peta seperti Waze dan Google Maps.

Sedangkan bagi pengguna transportasi umum, kalian dapat menggunakan aplikasi Trafi dan Moovit yang tersedia di Google Play Store (Android) dan App Store (iOS) untuk membantu kamu supaya tidak nyasar saat pergi ke maupun pulang dari Comic Frontier.

Penutup

Demi kesuksesan Asian Games, Kita turut pula bangga bahwa Comic Frontier berani hadir merayakan perhelatan olahraga tersebut dengan mengajak kreator-kreator di Indonesia untuk mempresentasikan karyanya kepada pengunjung luar negeri di kala arus pariwisata di Jakarta akan bertambah sebagai efek dari Asian Games tersebut.

Semoga saja euforia Asian Games akan sama, atau bahkan lebih baik lagi daripada 56 tahun yang lalu. Jika Presiden Soekarno mengadakan revolusi tata kota di Jakarta kala Asian Games, mungkin ini akan menjadi momen yang tepat untuk mengingatkan kembali bahwa Industri Kreatif di Indonesia akan sama ramainya dengan menonton TVRI di kala awal penyiarannya melalui televisi tabung produksi Panasonic-Gobel.

Baca Juga Artikel Berikut!  Gawat! Gedung Pusat Niaga JIEXPO Kebakaran!

Leave a Reply