LRT Jakarta
Kereta LRT Jakarta
Ponimu Nawala Karsa Promo

Beberapa waktu yang lalu Nawala Karsa berkesempatan untuk menjajal salah satu moda transportasi publik terbaru di Jakarta, LRT Jakarta yang saat ini masih dalam tahap uji coba operasional terbatas. Seperti apa keseruannya? Simak sajian liputannya berikut ini.

Mengenal LRT Jakarta

LRT Jakarta merupakan salah satu moda transportasi publik terbaru yang akan segera hadir di Jakarta. Moda transportasi berbentuk kereta ringan atau LRV (light rail vehicle) ini dioperasikan oleh PT. Jakarta Propertindo (Jakpro), sebuah perusahaan properti dan infrastruktur milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Sebagai tahap awal, LRT Jakarta akan mengoperasikan lin pertama dari LRT Jakarta dengan rute Pegangsaan Dua – Kelapa Gading – Velodrome sepanjang 5 (lima) kilometer. Terdapat 6 (enam) stasiun perhentian lin pertama LRT Jakarta, antara lain:

  1. Stasiun LRT Pegangsaan Dua (kode stasiun: S-01). Di dekat stasiun ini terdapat Depo LRT Jakarta. Stasiun ini belum beroperasi.
  2. Stasiun LRT Boulevard Utara (kode stasiun: S-02). Di dekat stasiun ini terdapat Menara Satu Sentra Kelapa Gading, Mal Kelapa Gading (MKG) dan La Piazza, serta beririsan dengan Jalan Tol Pulo Gebang – Kelapa Gading yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2019 mendatang.
  3. Stasiun LRT Boulevard Selatan (kode stasiun: S-03). Stasiun ini belum beroperasi.
  4. Stasiun LRT Pulomas (kode stasiun: S-04). Di dekat stasiun ini terdapat Mal Bella Terra Lifestyle Center dan terhubung pula dengan stasiun BRT TransJakarta “Pulomas” di jalur koridor 2 (Harmoni – Pulo Gadung 1). Stasiun ini belum beroperasi.
  5. Stasiun LRT Equestrian (kode stasiun: S-05). Di dekat stasiun ini terdapat Jakarta International Equestrian Park yang merupakan arena olahraga berkuda di Jakarta. Stasiun ini belum beroperasi.
  6. Stasiun LRT Velodrome (kode stasiun: S-06). Di dekat stasiun ini terdapat Jakarta International Velodrome yang merupakan arena olahraga balap sepeda di Jakarta dan terhubung pula dengan stasiun BRT TransJakarta “Pemuda Rawamangun” di jalur koridor 4 (Dukuh Atas – Pulo Gadung 2).

Pada mulanya lin pertama ditargetkan beroperasi pada saat Asian Games 2018 berlangsung di Jakarta pada bulan Agustus 2018 lalu, namun karena sarana dan prasarana masih belum siap sehingga Jakpro memutuskan untuk menunda jadwal pengoperasian publik menjadi pada akhir tahun 2018 sambil terus menerus melakukan uji coba untuk mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Pada masa mendatang, lin pertama akan diperpanjang dari Velodrome hingga Dukuh Atas melalui Universitas Negeri Jakarta (UNJ) – Pramuka – Matraman – Salemba – Manggarai dan pembangunannya ditargetkan akan selesai pada tahun 2020 mendatang. Di Dukuh Atas yang diproyeksikan menjadi lokasi TOD (transit oriented development / pengembangan kawasan transit intermoda), LRT Jakarta akan terhubung dengan banyak moda transportasi publik lainnya, meliputi LRT Jabodebek rute Dukuh Atas – Kuningan – Cawang, BRT TransJakarta koridor 1 (Blok M – Kota), 4 (Dukuh Atas 2 – Pulo Gadung 2) dan 6 (Dukuh Atas 2 – Kuningan – Ragunan), lin pertama MRT Jakarta dengan rute Bundaran HI – Lebak Bulus, lin lingkar KRL Commuter Line dengan rute Depok / Bogor / Manggarai – Tanah Abang / Duri / Angke / Kampung Bandan / Jatinegara, dan kereta bandara Railink tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (SHIA).

Baca Juga Artikel Berikut!  Bulan ini, FDTJ Rilis Peta Bus Kota Jakarta

Adapun untuk armada kereta ringan (LRV / light rail vehicle) untuk LRT Jakarta ini diproduksi oleh Hyundai Rotem asal Korea Selatan, dengan sistem kelistri. Terdapat 9 (sembilan) set LRV yang telah tiba di Jakarta. Satu set rangkaian terdiri dari 2 (dua) kereta, dengan setiap kereta-nya mampu mengangkut hingga 135 penumpang. Pada uji coba dan saat operasional penuh nanti, dua set rangkaian LRV akan digandeng sehingga dapat mengangkut hingga 540 penumpang sekali jalan.

Tentang Uji Coba Operasional LRT Jakarta

Saat ini lin pertama LRT Jakarta masih dalam tahap uji coba operasional yang berlangsung pada 15 Agustus 2018 hingga 18 September 2018. Uji coba ini tidak berbayar (gratis), namun hanya dapat diikuti oleh pihak-pihak yang diundang oleh pihak LRT Jakarta dengan waktu uji coba antara jam 14:00 WIB sampai 17:00 WIB. Nawala Karsa berkesempatan untuk mengikuti acara uji coba operasional LRT Jakarta bersama dengan rekan-rekan media (seperti KAORI Nusantara) pada hari Jumat, 7 September 2018 yang lalu.

Selama masa uji coba operasional berlangsung, hanya 2 (dua) stasiun yang difungsikan karena progres stasiunnya sudah mendekati tahap penyelesaian (finishing), yaitu Stasiun Velodrome dan Stasiun Boulevard Utara (Mal Kelapa Gading). Sedangkan untuk sisa 4 (empat) stasiun lainnya masih dalam proses pembangunan.

Pemandangan Stasiun Velodrome yang masih dalam tahap penyelesaian akhir

Menjajal Uji Coba LRT Jakarta

Calon penumpang yang sudah mendapatkan undangan dari pihak LRT Jakarta dan ingin mengikuti uji coba LRT Jakarta, harus mengawali perjalanan dari Stasiun Velodrome. Dengan menggunakan BRT TransJakarta koridor 4 (Dukuh Atas 2 – Pulo Gadung 2) dan turun di stasiun BRT “Pemuda Rawamangun“, kita akan langsung disambut bangunan stasiun LRT Jakarta “Velodrome” yang terlihat masih dalam tahap penyelesaian eksterior. Nantinya stasiun ini akan tampil tak kalah megah ketika bersanding dengan bangunan Jakarta Internasional Velodrome.

Pemandangannya seperti berada di kawasan Tokyo Big Sight yang kerap menjadi lokasi acara konvensi Comic Market (Comiket) di Tokyo, Jepang dan dekat dengan stasiun Kokusai-tenjijō-seimon di jalur Yurikamome.

Pemandangan Jakarta International Velodrome dilihat dari Stasiun Velodrome

Begitu tiba di area concourse stasiun, calon penumpang akan langsung disambut nuansa interior stasiun yang sangat mewah sejauh mata memandang. Calon penumpang harus melakukan registrasi terlebih dahulu untuk mendapatkan stiker tanda penumpang uji coba LRT Jakarta. Setelah mendapatkan stiker tanda penumpang, penumpang dipersilakan untuk menunggu di ruang tunggu untuk menikmati kudapan ringan sambil menunggu kedatangan kereta. Penumpang juga dapat menjajal mesin TVM (ticket vending machine) untuk “membeli” tiket sekali jalan (single trip) berbentuk kartu seperti halnya KRL Commuter Line.

Baca Juga Artikel Berikut!  MRT Jakarta Selenggarakan Pameran Sayembara Rancangan TOD Dukuh Atas
Suasana di lantai concourse Stasiun Velodrome

Setelah petugas mengumumkan bahwa kereta telah tiba di stasiun, penumpang dipersilakan untuk memasuki area peron. Dengan kartu yang sudah didapat melalui TVM sebelumnya, penumpang dapat pula menjajal mesin gerbang elektronik (e-gate) baru yang berbentuk pintu alih-alih gagang turnstile. Sebuah hal baru yang belum pernah ditemui di moda transportasi lain di Jakarta seperti BRT TransJakarta dan KRL Commuter Line namun lebih sering ditemui di gedung perkantoran.

Mesin Gate Elektronik yang terpasang pada stasiun LRT

Area peron stasiun LRT Jakarta diberi pengaman berupa platform screen doors (PSD) yang bertujuan untuk mencegah penumpang terjatuh ke jalur kereta yang teraliri listrik aliran bawah (LAB / third rail) dan pintu otomatis yang dapat membuka dan menutup bersama dengan pintu kereta. Selain itu terdapat pula papan informasi yang belum difungsikan.

Platform Screen Doors (PSD) dan layar informasi di peron Stasiun Velodrome

Saat memasuki kereta, kita akan langsung disambut interior kereta yang didominasi warna putih dengan sentuhan warna merah pada pegangan tangan (hand grip). Bangku kereta yang cukup nyaman terbuat dari bahan stainless steel dan berwarna abu-abu metalik. Sayangnya tidak disediakan rak bagasi untuk menaruh barang kecil seperti tas di dalam kereta.

Interior kereta LRT Jakarta

Selain itu di dalam kereta terdapat fasilitas enam (6) buah layar LCD yang terletak di atas setiap pintu kereta, di atas persambungan dan di atas pintu kabin masinis. Layar LCD berfungsi untuk menampilkan informasi stasiun selanjutnya lengkap dengan informasi moda transportasi lanjutan, informasi pintu akan dibuka dan ditutup dan juga iklan. Tersedia pula bangku prioritas yang dikhususkan bagi penumpang usia lanjut, wanita hamil dan penyandang disabilitas, serta ruang kosong untuk dimanfaatkan penumpang yang menggunakan kursi roda atau membawa kereta bayi, koper besar atau sepeda lipat.

Perjalanan kereta dari Stasiun Velodrome menuju Stasiun Boulevard Utara (Mal Kelapa Gading) ditempuh hanya dalam waktu sekitar 15 menit. Kereta hanya berhenti di dua stasiun yaitu Stasiun Velodrome sebagai stasiun awal keberangkatan dan Stasiun Boulevard Utara (Mal Kelapa Gading) sebagai stasiun akhir tujuan.

LRT Jakarta saat tiba di Stasiun Boulevard Utara (Mal Kelapa Gading)

Pendapat Kami

Meskipun hanya berupa satu lin pendek dari Velodrome menuju Kelapa Gading dan sebaliknya, namun dengan berbagai fasilitas keren yang disediakan oleh LRT Jakarta baik saat berada di stasiun maupun di dalam kereta, kami yakin LRT Jakarta dapat membantu mobilitas dan meningkatkan keinginan warga Jakarta untuk menggunakan transportasi publik yang nyaman, aman dan murah terutama bagi yang berasal dari atau ingin menuju sekitar kawasan stasiun LRT Jakarta seperti Kelapa Gading, Pulomas dan Rawamangun.

 


Artikel ini merupakan kolaborasi dari Pemred Kevin Manoy dengan Senior Editor Amir M Rasyid.

Leave a Reply